Review: The Curious Case of Benjamin Button

benjamin_button

Bagaimana jika ada manusia dilahirkan dengan ‘feature’ usia 80 tahun, lalu proses tumbuhnya terbalik, dan ia tampak semakin muda seiring bertambahnya usia?

Idenya F. Scott Fitzgerald yang absurd…

Eric Roth mengadaptasi dengan baik, dan David Fincher mewujudkan visualisasinya dengan sempurna. Film ini juga semakin meyakinkan saya bahwa: Brad Pitt isn’t only “another beautiful hollywood face”.  He is, indeed, a great actor…

Film ini film drama beralur lambat…, tapi entah mengapa ada ‘gereget’ yang bikin penasaran terus sepanjang film.  Padahal waktu itu saya lagi “action film mood” lho…, abis nonton “Eagle Eye” dan “Street Kings”.  Mungkin karena cerita yang aneh dan belum pernah ada sebelumnya juga nggak ketauan ujungnya.

Nggak ada bagian favorit… karena semua bagian film ini menarik, baik bagian ketika Benjamin kecil bertampang tua belajar hidup; Benjamin dewasa yang akhirnya bisa menikmati hidup dengan Daisy karena mereka bertemu ditengah-tengah walaupun ‘jam’ Benjamin berputar kearah yang berlawanan; Juga Benjamin tua yang kehilangan semua yang di pelajarinya dan terperangkap dalam wujud anak-anak…

Daripada penasaran… mendingan nonton sendiri aja deh… Hehehehe…

Explore posts in the same categories: Reviews

2 Comments on “Review: The Curious Case of Benjamin Button”

  1. bangmupi Says:

    Saya setuju film ini beralur lambat sekali di awal film. Sekali lagi ceritanya sendiri sudah menunjang karena unik. Tapi kalau dibandingkan dengan Forrest Gump, saya masih lebih suka Forrest Gump .
    Salam sinema

  2. alfapyuee Says:

    Wah makasih bang komentarnya..
    Forrest Gump? Hmmm…. Lawan yang berat buat film ini memang kalo mau diperbandingkan. Terus terang, saya sih menganggap Forrest Gump belum ada tandingannya… hehehe


Comment: