Archive for the 'Gibberish' Category

John Legend-Where Did My Baby Go?

Juli 21, 2009

“Where did my baby go?
I wonder where she ran off to
I miss my baby so
I’m calling but I can’t get through
Please tell that girl if you meet her
That someone’s longing to see her
Where did my baby go?
I wish that she would get back soon (get back soon)
I’m searching for the lover I knew
Have you seen [...]

Minor Thesis: Addiction

Februari 15, 2009

bukan… saya nggak kecanduan bikin minor thesis kok (wew canggih sekali kalo iya) maksudnya minor thesis saya ini bertema adiksi.
“Smoking in adolescent” atau “Developmental background of methadone therapy participants”
Setelah kemelut yang terjadi akibat kedua pembimbing yang terlalu sayang pada saya. Maka di putuskan minor thesis saya kali ini bersubyek peserta terapi Methadone. Rencananya kepingin menggali [...]

In court, versus Adam.

Januari 25, 2009

I see a witch. You see an angel.
I smell a fish. You smell a flower.
I hear a scream. You hear a tone.
I curse the demon. You eat the apple.
Is it the obnoxious cynical me or the blinded-olfactory dysfunctional-tone deaf-in love you?
Time. It  seems to be our only judge.

Dieu reunit ceux qui s’aiment!

Desember 9, 2008

Sudah beberapa hari ada tulisan begitu dibawah judul Blog saya…
Saya nggak ngerti bahasa Prancis kok… nggak pernah belajar. Kalimat ini adalah kalimat favorit saya di lagu yang bisa dikatakan berlirik supergombal berjudul “Hymne a l’amour”. Saya sendiri tau lagu ini dari album ke-2 Josh Groban, tapi sebenernya penyanyi aslinya itu Edith Piaf. Lagu “Hymne a [...]

Kesambet nulis pagi-pagi part I

November 25, 2008

Godaan itu ada. Senyata jasad wujudnya. Ia berupa sepasang mata bola berwarna coklat gelap yang terkesan dalam tak berdasar. Entah bagaimana dengan orang lain, namun pada awal aku menemukannya, enggan aku menatapnya. Aku takut perasaan yang persis sama ketika baru akan belajar berenang, mata itu airnya.
Aku tau air sangat lembut menyentuh kulit, menyejukan dan menyenangkan, [...]

Lagu terakhir untuk seorang Teman

Oktober 30, 2008

Ketika aku tak bisa bersuara maka biarkanlah aku merana.
Segala petuah tak kan membuat rasa ini musnah.
Saat dirimu bertanya ‘ada apa gerangan kawan?’.
Layakkah bila tak ku hatur sepatah kata?
Katakan dengan mantera yang tak habis sihirnya dalam detik, menit, jam, hari, minggu…
Bersama rasa yang tidak boleh ada, aku titipkan mimpiku denganmu di langit jingga.
Coba sentuhkan mega dengan [...]

The Unforgettable Judgement – Olymphiart 2008

April 27, 2008

Wahai mata yang terbutakan
Lihatlah ia dengan hatimu
Namun ketika tak kau sentuh kalbu
Rasakan murka atas apa telah kau laku
 
Hati siapa hendak kau raih
Tiada insan mengetahui
Namun ketika tak kau sentuh kalbu
Dengarlah kutuk ini:
hati manapun kau damba
tak akan pernah ada untukmu
 
Berapa waktu kau habiskan
Sia-sialah ia tak berjejak
Berapa peluh kau teteskan
Musnah ia tak berbekas
Berapa kemenangan kau berikan
Busuklah [...]

Ibu menteri kesehatan, Dr. Siti Fadillah Supari, Sp.JP(K); Kartini of 21st Century

April 17, 2008

Seumur hidup, baru kali ini merasa punya menteri kesehatan yang berpengaruh (atau gara-gara waktu beliau naik aku baru sekolah kedokteran ?). Gimana nggak? Perempuan cerdas ini berani step up to the plate dan menyuarakan ketidakadilan yang selama ini dialami sama negara-negara berkembang (yang sebenernya susah berkembang karena masalah begini), yang sudah berjalan bertahun-tahun.
Mekanisme virus sharing [...]

Pertanyaan membingungkan tentang siapa teman baik saya…

November 20, 2007

Kayaknya judulnya udah jelas ya…
Ada teman yang bertanya…
“Alin, do u have any best friend here?”
dan somehow… pertanyaan ini bkin saya bingung. ntah kenapa.
kenapa pertanyaan sesimpel ini bisa bikin saya bingung?
lalu saya balik bertanya pada teman saya
“what do u mean by ‘best friend’?”
“I mean ones whom u talk your problems to…, and hang around for most [...]

when Things go nuts…

Oktober 7, 2007

ketika terbangun disuatu hari yang tampak biasa…
Aku akan beranjak dari buaian, pergi mandi dengan air dingin, sarapan roti dan teh, lalu pergi mendaki bukit yang sama dengan hari-hari sebelumnya.
sejenak terlintas dibenak. sudah berapa lama hingga hal ini menjadi biasa? sudah berapa lama hingga semangat ini sudah tidak lagi sama? sudah berapa lama hingga aku berjalan [...]