Jumat, 2 Agustus 2008
Setelah penerbangan 20 jam, 2 kali transit dan 1 kali mabuk udara, akhirnya pesawat saya mendarat di tujuan akhir saya. di Vienna International. Seperti mimpi. Saya belum pernah benar-benar sejauh ini dari rumah sendirian. It feels great! saya melihat keluar jendela pesawat… Hoho! Padang rumputnya kelihatan begitu berbeda! Begitu menjejakkan kaki ketanah, saya mendengar suara orang berbicara dari speaker, dan perbedaanpun semakin terasa karena saya tidak mengerti apa yang dia bicarakan sampai terdengar suara yang sama berbicara dalam bahasa inggris… Phew.
Setelah menemukan bagasi, saya terdiam sebentar. Menarik napas, berpikir “Perjalanan belum berakhir Jeng…”, lalu mengingat apa yang seharusnya saya lakukan setelah ini: Mencari Bis menuju “Wien Suedbahnhof”.

Where the real Journey is just about to begin
Dan sampailah saya di Stasiun Kereta Selatan Wina (Arti harfiah dari “Wien Suedbahnhof”).
Saya berjalan dengan bingung menuju info point untuk bertanya dimana saya bisa mendapat “Vorteilskarte” (“Vorteilskarte” adalah kartu tanda si pemegang yang namanya tertera bisa mendapat tiket kemanapun dengan kereta perusahaan tersebut sampai dengan 50% harga normal, yang berlaku hingga 1 tahun). Sayapun mencoba untuk memperoleh kartu itu di loket seperti yang ditunjukan “Info-man”. Tapi ketika saya mengisi formulir…, saya tidak tau bagian mana dari alamat tempat tinggal saya di Austria yang “Kode pos” dan itu penting. terpaksa, saya membatalkan niat untuk membuat kartu itu dan membeli tiket reguler: 34 euro ke Graz Hauptbahnhof. T_T

My main landmark from outside
Lalu setelah berkonsentrasi penuh ,karena saya dapat kereta yang mengharuskan ganti kereta di stasiun “Bruck an der Mur”, akhirnya saya turun di Graz Hbf dengan selamat dan nggak salah naik kereta (itu ketakutan terbesar saya). Dengan cepat saya keluar dari hall dan langsung menuju halte bis nomer 36 dan 58. Tidak lama kemudian bis datang dan membawa saya sampai halte “Lendplatz”. Tiba-tiba hujan turun (beneran, ini bukan untuk mendramatisasi suasana. Hujan memang turun. Saya yang belum pernah menginjakan kaki di wilayah subtropis tidak memperhitungkan kalau akan ada hujan dimusim panas, hasilnya saya harus pasrah kehujanan). Tapi tidah lama, akhirnya hujan tinggal gerimis, saya nekat

My Main landmark
meneruskan perjalanan yang katanya tidak jauh lagi… tapi saya dipersimpangan, tata petunjuk nama jalan begitu aneh… dan saya memutuskan untuk mengambil satu jalan yang ternyata salah. Lalu saya kembali lagi ke halte dan mengambil jalan lain dan akhirnya saya tiba di tempat: OeAD Gaestehaus Neubaugasse 12 A-1020 Graz. Alhamdulillah…
Waktu menunjukan pukul 2 siang ketika saya sampai dan melihat kedalam lewat kaca pintu. Ada yang aneh dengan pintu nya…. Pintu itu tidak berkenop. Tampaknya butuh kunci untuk masuk kedalam. Dan saya tidak melihat siapapun didalam, “Jadi kapan dong bisa ketemu kasur gue???” rengek saya dalam hati. Tidak lama kemudian seseorang muncul dan menyapa.

That's where I live for 4 weeks
“So are you research or professional exchange student?”
“Yeah…, i guess” saya menjawab ogah-ogahan.
“Me too and I’ve been waiting for half an hour for Elisabeth”
o iya…, saya memang harus menunggu yang namanya Elisabeth supaya saya bisa dapat kunci, “O, I was just arrived”
Kamipun memutuskan untuk menunggu bersama dan berkenalan. Namanya Gulsah, dari Turki.
“So Elisabeth actually told me that check in time is 8 to 11in the morning and she’ll come here at 8 PM for late check ins. but I hope she’ll be here earlier”
Hahhhh??? Jam 8 PM?
Dan… 6 jam lagi menuju kasur. T_T